Film The Seen and Unseen Berlaga di Toronto International Film Festival 2017

1314
0
SHARE

Film besutan sutradara perempuan muda dari Indonesia Kamila Andini berjudul The Seen and Unseen menjadi satu-satunya film dari Asia yang akan tayang perdana dan berkompetisi dengan 11 film lainnya di dalam sesi Platform di Toronto International Film Festival 2017. Platform adalah sesi kompetisi paling prestisius di ajang festival tersebut. Film ini akan berlaga melawan 11 film lainnya dari Eropa, Inggris, dan Amerika. Salah satunya adalah film “Brad’s Status” yang dibintangi oleh aktor Ben Stiller. Toronto International Film Festival menyebutkan bahwa juri tahun ini terdiri dari Chen Kaige, Malgorzata Szumowska, dan Wim Wenders. Ketiga juri ini akan mengumumkan pemenang pada seremoni penghargaan tanggal 17 September 2017. Film ini merupakan karya panjang keduanya, kali ini diproduksi oleh Treewater Productions dan Fourcolours Films.

TRAILER

Film The Seen and Unseen mengisahkan Tantri dan Tantra dalam pengalaman spiritual mereka yang sarat dengan kearifan lokal, mitos, cerita rakyat, tradisi, serta budaya Bali. Film drama The Seen And Unseen bercerita saat bulan purnama menyinari di atas rumah sakit tempat Tantra harus berbaring lemah, dan Tantri yang merupakan saudara kembarnya menyadari bahwa dia tidak akan mempunyai waktu yang banyak menjalani hidup degan bersama saudaranya, sebab otak Tantra sudah mulai melemah, dan dia mulai kehilangan indera nya satu persatu. dan juga sudah tidak dapat lagi berbicara ataupun mendengar. Tantri mulai menangis saat dia diberitahu Tantra bahwa hidupnya seperti bulan punama yang memancarkan cahayanya ke bumi. yang lama kelamaan akan menghilang di telan matahari.

Inti dari film ini yaitu sebuah cerita magis tentang bulan dan malam, juga tentang imajinasi dan tubuh, tentang kehilangan dan sebuah harapan.tentang bulan dan malam, tentang imajinasi dan tubuh, tentang kehilangan dan harapan.

Film yang diproduseri oleh Gita Fara dan Ifa Isfansyah ini menjalani proses produksi selama 5 tahun dan mendapatkan berbagai dukungan, antara lain dari Hubert Bals Fund (Belanda), Asia Pacific Screen Awards Children’s Film Fund (Australia), dan Cinefondation La Residence (Perancis) dalam proses pengembangan. Film ini juga berkesempatan dipresentasikan dalam Hong Kong Asia Film Financing Forum, Filmex Talents Tokyo dan Venice Production Bridge. Film ini juga memiliki sistem urun dana (crowdfunding) yang para donaturnya secara otomatis menjadi co-produser. Selain itu, Doha Film Institute (Qatar) memberikan grant menjadi co-produser melalui dukungan pendanaannya untuk pasca produksi film.

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Share
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here