Pidato Kebudayaan 2016: Setelah Polemik Kebudayaan, Di Mana dan Ke Mana Indonesia?

2656
0
SHARE

Hanya melihat lalulintas percakapan di media sosial dan media daring yang menyangkut peran agama di dalam masyarakat modern saat ini, khususnya yang terkait dengan konflik politik seputar Pilpres dan Pilkada, akan tampak sebuah oposisi bipolar: pertarungan antara kaum “liberal” vs. kaum “jihadis”, kaum “progresif” vs. kaum “(ultra) konservatif”, yang masing-masing menganggap pihak seberang sebagai sesat. Retorika kekerasan seperti “bunuh”, “penggal”, “dungu”, “bakar”, dsb., tampak membanjir setiap pagi hingga pagi di Facebook, Twitter, dan Whatsapp berbahasa Indonesia. Menyoroti perkara aktual tersebut, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyelenggarakan Pidato Kebudayaan bertema “Setelah Polemik Kebudayaan: Di Mana, Ke Mana Indonesia?” dengan menghadirkan dua penyaji pidato yaitu Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI) dan Premana W. Premadi (Astrofisikawan).

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here