Meja Bundar Musik – World Music | Hari Kedua

1360
0
SHARE

Diskusi hari kedua Meja Bundar Musik – World Music yang digagas oleh Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta melibatkan dua pembicara, yaitu Trisutji Djulianti Kamal dan Rence Alfons.

Trisutji Djulianti Kamal dilahirkan di Jakarta, 28 November 1936. Belajar musik klasik saat tinggal di Binjai, Sumatra Utara, dan melanjutkannya di Belanda, Prancis dan Italia. Di Italia ia menamatkan pendidikan musiknya di Conservatorio de Musica St. Caecelia, Roma.

Dalam kariernya yang lebih dari setengah abad, Trisutji Kamal telah menggubah tak kurang dari 200 karya, yakni lebih dari 130 komposisi untuk piano solo, 10 musik ilustrasi film, 25 vokal dengan pianot (art song), 8 duo piano dengan perkusi dan vokal Bali, 6 ansambel, 5 simfoni, 5 musik sendratari dan sebagainya).

Sementara, Rence Alfons atau Maynard R.N. Alfons dilahirkan di Ambon, 18 Januari 1967. Saat ini ia bekerja sebagai PNS di Taman Budaya Provinsi Maluku di Ambon. Ia menamatkan pendidikan Musikologi di ISI Yogyakarta pada 1997. Sepulang ke Ambon, Rence merevitalisasi suling bambu di Ambon dan mendirikan Molucca Bamboowing Orchestra pada 2005. Di Molucca Bamboowind Orchestra ia juga menjadi komposer, arranger dan konduktor. Bersama kelompoknya ini ia tampil di sejumlah acara kesenian di Ambon, Jakarta dan Belanda. Selain mengelola Molucca Bamboowind Orchestra, Rence juga menjadi pelatih dan juri untuk lomba vokal, paduan suara dan qasidah di Maluku.

Video ini merupakan bagian dari catatan diskusi Meja Bundar Musik – World Music yang diterbitkan Dewan Kesenian Jakarta pada 2015.

Pembicara/Speakers
I Wayan Balawan, Rahayu Supanggah, Rence Alfons, Trisutji Djuliati Kamal

Moderator/Moderators
Jabatin Bangun, Nyak Ina Raseuki

Penyunting/Editor
Zen Hae

Penerjemah/Translator
Miagina Amal

Penyelaras Bahasa/Proofreader
Helly Minarti

Desainer Grafis/Graphic Desainer
Riosadja

Fotografer/Photographer
Eva Tobing

Videografer/Videographer
Joel Taher, Indra Perkasa

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here