Home Music Musik Sastra Ananda Sukarlan dan Pemenang Nobel di ASEAN Literary Festival 2016

Ananda Sukarlan dan Pemenang Nobel di ASEAN Literary Festival 2016

1740
0
SHARE

Komponis dan pianis Ananda Sukarlan telah banyak dikenal dari hasil karyanya yang terinspirasi oleh dunia sastra. Sementara di Eropa tradisi mengawinkan sastra dan musik sudah terjadi sejak abad 19 dengan para komponis Franz Schubert, Robert Schumann, Gustav Mahler dll membuat musik dari kata-kata indah Heinrich Heine, Goethe dll, di Indonesia tradisi yang berumur pendek ini telah hilang dengan meninggalnya komponis Mochtar Embut di tahun 1973. Embut telah membuat musik dari puisi-puisi Rendra, Chairil Anwar dll.

Sejak usia muda, Ananda Sukarlan yang sejak usia 18 tahun tinggal di Eropa telah menggubah musik berdasarkan karya sastra Robert Frost, Walt Whitman, Garcia Lorca dll, semua dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Tapi sejak adanya internet di tahun 2000-an, ia menemukan karya-karya besar Indonesia dari Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, dan tahun ini Adimas Immanuel yang telah sukses diperdanakan soprano Mariska Setiawan. Karya pertamanya dalam bahasa Indonesia adalah Kama berdasarkan puisi Ilham Malayu yang ditulis sewaktu sang penulis dipenjara di Bangkok. Setelah itu, bukan hanya puisi, tapi bahkan naskah drama telah digubah oleh Ananda menjadi opera, seperti “Laki-laki Sejati” dari cerpen Putu Wijaya, dan karya panjang yang sedang ia kerjakan selama beberapa bulan terakhir, “Tumirah” berdasarkan naskah drama dari Seno Gumira Ajidarma.

Ananda akan bercerita tentang proses kreatifnya di Asean Literary Festival 2016. Pada tanggal 5 Mei 2016, seminar diperuntukkan kepada mereka yang awam musik, sedangkan tanggal 6 Mei 2016 kepada mereka yang memang pemusik, sehingga bisa dikatakan ini seperti pelajaran komposisi yang mengkhususkan ke pengawinan sastra dan musik. Seminar yang perhari berdurasi 2 jam ini diadakan pukul 15.30 WIB di dua hari tersebut.

ASEAN Literary Festival tahun ini telah mengokohkan dirinya sebagai salah satu Festival Sastra terpenting di Asia. Acara lain termasuk pidato oleh pemenang Nobel Jose Ramos Horta, juga pada tanggal 5 Mei 2016, malam setelah seminar Ananda Sukarlan, serta dialog Sapardi Djoko Damono dan Joko Pinurbo yang dimoderatori oleh Najwa Shihab.

SHARE YOUR COMMENT HERE! - AlineaTV have the right to delete racist and ad hominem comments.
Share
Like the story? Help us to spread AlineaTV to everyone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here